Sabtu, 15 Desember 2012

Ciri-Ciri Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Bakso

Bakso menjadi salah satu jajanan yang menjadi favorit bagi banyak orang Indonesia. Sehingga tidak susah untuk mencari jajanan ini. Mulai dari warung di sekolahan hingga perkantoran, bakso menjadi salah satu menu favorit. Namun sayangnya, masih banyak produsen bakso yang tidak memperhatikan sisi kesehatan konsumen. Dari hasil invetigasi salah satu stasiun TV Swasta, meyimpulkan bahwa 5 dari sepuluh bakso yang menjadi sampel penelitian ternyata mengandung boraks dan formalin. Bahkan dari penyangan acara pada TV swasta tersebut, menyebutkan bahwa ada juga bakso bermerek yang juga memakai boraks.


Boraks adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet kayu, antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Sedangkan formalin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga dan dalam industri tekstil serta kayu lapis. Kedua zat kimia ini sering salah dimanfaatkan oleh para penjual bakso untuk mendapatkan kentungan yang lebih.
Boraks dan formalin bila dikonsumsi manusia bisa menyebabkan gangguan pada susunan syaraf, gangguan pencernaan, konvulsi, depresi, rambut rontok dan yang paling berbahaya adalah bisa menyebabkan kanker. Untuk mengetahui bakso yang mengandung kedua bahan berbahaya ini adalah dengan cara memperhatikan ciri fisik atau tampilan daging atau “pentol”.


  • Bakso ber- boraks memiliki struktur yang kenyal dan lebih keras. Bakso mengandung boraks pasti memiliki daya tahan lebih lama. Mampu bertahan sampai lima hari.
  • Ciri bakso mengandung boraks: teksturnya sangat kental, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging namun lebih cenderung keputihan.
  • Ciri-ciri bakso berformalin: Tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar 25 derajat celsius, teksturnya sangat kenyal dan bau formalin agak menyengat.
  • Lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks.Bila digigit akan kembali ke bentuk semula.
  • Tahan lama atau awet beberapa hari.
  • Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu-abu segar merata di semua bagian, baik di pinggir maupun tengah.
  • Bau terasa tidak alami. Ada bau lain yang muncul.
  • Bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel

Ditulis Oleh : Nurhidayat Pamere // 07.24
Kategori:

2 komentar:

  1. buset,,,,apa jadinya ya gan klo sering kita makan baksonya.....
    thank's ya gan infonya,,,,
    kenyal kenyal gthu ya gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. okeh sama-sama gan.

      ya mudah-mudahan setelah kita tahu cici-ciri nya kita bsa lebih hati-hati lg ya gan..

      Hapus

About Me

Foto Saya
Nurhidayat Pamere
Lihat profil lengkapku
 
PAMERE. Diberdayakan oleh Blogger.