Minggu, 20 Mei 2012

MENGENAL PENYAKIT SEKSUAL ULKUS MOLE (CHANCROID)


PENGENALAN
Definisi
Ulkus mole adalah infeksi menular seksual yang ditandai dengan ulkus pada daerah genitalia disertai dengan pembengkakan kelenjar Limfe inguinal..
Penyebabnya
Ulkus mole ini disebabkan oleh bakteri haemophilus ducrey dengan sifat bakteri sebagai berikut bakteri mati pada suhu 50°C selama 1 jam, bakteri mati dengan antiseptik. Etiologi
Penyebabnya ialah H.ducreyi yang merupakan bakteri gram negative, anaerobic fakultatif, berbentuk batang pendek dengan ujung bulat, tidak bergerak, tidak membentuk spora dan memerlukan hemin untuk pertumbuhannya. Hanya mengenai orang dewasa yang aktif. Lebih banyak pada pria.
Epidemiologi
Ulkus mole diketahui menyebar dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual. Ulkus mole lebih sering menyerang pria terutama yang sering melakukan prostitusi dibanding wanita. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan yang berpotensi adalah 10 : 1, dan lebih banyak pada laki-laki heterosexual, di dapat dari penderita yang asimtomatik, biasanya pada wanita pekerja seks.
Penyakit ini banyak ditemukan di negara berkembang, khususnya di negara tropis dan subtropis. Ulkus mole paling banyak terjadi di bagian dunia yang memiliki sarana kesehatan yang kurang misalnya di Afrika, Asia, dan Karibia. Di Afrika bagian selatan dan timur, dimana yang melakukan sirkumsisi agak rendah dan prevalensi HIV yang tinggi, menyebabkan daerah ini endemik terhadap ulkus mole. Daerah dimana kejadian ini masih kurang, yaitu di Afrika Barat. Di Kenya,ulkus mole menular melalui penderita HIV mulai muncul sejak tahun 1980-an, diduga dari pekerja seks komersial dan pasien yang terkena penyakit infeksi menular seksual. Dilaporkan, sejak terjadi peningkatan penggunaan kondom oleh pekerja seks komersial maka kejadian dari ulkus genitalia mulai menurun.

Patofisiologi
a) Setelah bakteri masuk ke dalam tubuh sekitar 7 hari muncul pustula yang kemudian pecah dan meninggalkan ulkus yang dalam.
b) Luka infeksi mengakibatkan kematian jaringan di sekitarnya.

Patogenesis
 Dg adanya trauma / abrasi, ® kuman penetrasi ke dlm epidermis.
 Limfadenitis yang terjadi akibat infeksi Haemophilus ducreyi disertai dengan supurasi.
 Respons imun yg berhub dg patogenesis & kerentanan peny – tidak diketahui.
 Hasil penyelidikan ® adanya respons hipersensitivitas lambat & respons antibodi pd pasien dg chancroid.
 Antibodi (+) dg pem fisaksi komplemen, aglutinasi, presipitasi & tes fluoresens antibodi indirek.

Manifestasi Klinis
Setelah masa inkubasi satu hari hingga dua minggu, chancroid menimbulkan benjolan kecil yang kemudian menjadi borok/lesi dalam satu hari.
Borok yang khas memiliki karakteristik:
• Rentang ukuran 3-50 mm
• Nyeri
• terlihat jelas tapi batasnya tidak jelas
• ditutupi oleh lapisan berwarna abu-abu atau abu kekuning-kuningan
• jika tutupnya dilukai atau dikikis misal dengan kuku maka akan keluar darah
Sekitar setengah dari orang yang terinfeksi hanya memiliki satu borok. Perempuan sering memiliki empat atau lebih bisul/borok. Lokasi ulkus pada pria terletak di daerah preputium, glans penis, batang penis, frenulum dan anus; sedangkan pada wanita terletak di vulva, klitoris, serviks, dan anus. Lokasi ekstragenital pada lidah, bibir, jari tangan, payudara, umbilicus, dan konjungtiva.
Pembesaran kelenjar limfe inguinal tidak multiple, terjadi pada 30% kasus yang disertai radang akut. Kelenjar kemudian melunak dan pecah dengan membentuk sinus yang sangat nyeri disertai badan panas.

Variasi bentuk klinis.
1. Giant chancroid: ulkus hanya satu dan meluas dengan cepat serta bersifat destruktif.
2. Transient chancroid: ulkus kecil sembuh sendiri setelah 4-6 hari, disusul perlunakan kelenjar limfe inguinal 10-20 hari kemudian.
3. Ulkus mole serpiginosum: terjadi inokulasi dan penyebaran dari lesi yang konfluen pada preputium, skrotum, dan paha. Ulkus dapat berlangsung bertahun-tahun.
4. Ulkus mole gangrenosum: suatu varian yang disebabkan superinfeksi dengan bakteri fusosprikhetosis, sehingga menimbulkan ulkus fagedenik. Dapat menyebabkan destruksi jaringan yang cepat dan dalam.
5. Ulkus mole folikularis (follicularis chancroid): timbul pada folikel rambut, terdiri atas ulkus kecil multiple. Lesi ini dapat terjadi di vulva atau pada daerah genitalia yang berambut. Lesi ini sangat superficial.
6. Ulkus mole popular (ulcus molle elevatum): terdiri atas papul yang berulserasi dan granulomatosa, dapat menyerupai donovanosis atau kondiloma lata sifilis stadium II.

Borok pada orang yang terkena sipilis (Chancre) memiliki lapisan lebih keras dibanding pada chancroid. Perbandingan antara borok pada chancroid dengan borok pada sipilis (Chancre)
Persamaan:
• Pada awalnya muncul bintil kemudian berubah menjadi luka/borok terbuka
• luka/borok yang muncul biasanya berukuran 1-2 cm diameter
• luka/borok yang muncul disebabkan oleh organisme pada alat kelamin
• luka/borok dapat hadir/menyebar di beberapa tempat.

Perbedaan:
• Chancre memiliki jejak khas dengan infeksi bakteri sipilis (Treponema pallidum)
• Chancroid memiliki jejak khas dengan infeksi bakteri Haemophilus ducreyi
• Chancre jarang menimbulkan rasa sakit, sedangkan chancroid biasanya menimbulkan rasa nyeri/sakit
• Chancre biasanya kering, sedangkan chancroid biasanya ada nanah abu-abu atau kuning
• Chancre memiliki tepi keras (indurated), sedangkan chancroid memiliki tepi lunak
• Chancre sembuh secara spontan dalam waktu tiga sampai enam bulan, bahkan pada keadaan tidak adanya perawatan
• Chancre dapat terjadi pada pharynx (tekak) serta pada alat kelamin

Diagnosis
Anamnesis dan gambaran klinis. Perlu difikirkan kemungkinan adanya infeksi campuran & perlu pemeriksaan serologik u menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi sifilis.
Pemeriksaan penunjang :
1. Pemeriksaan sediaan hapus
Bhn pem diambil
 Dinding ulkus yg menggaung,
 Aspirasi bubo
 Dibuat ® sediaan hapus pd gelas objek, pewarnaan Gram, Unna-Pappenheim, Wright, Giemsa.
 Hanya sebanyak 30 – 50 % ditemukan basil streptobasil yang berwarna merah tersusun berkelompok atau seperti gerombolan ikan / berderet seperti rantai dg nanah biru kehijauan.

2. Biakan kuman
Bhn pem : pus bubo / lesi, ditanamkan di media khusus seperti :
 Yg di(+) dg darah kelinci yg sdh didefibrinasi, sistin, dekstrose & beef infusion. Media diinkubasikan – suhu 28 – 32 °C – 48 jam. ® tampak koloni kecil, bersih dan cekung.
 Media yg mengandung serum darah ps sendiri yg sdh diinaktivasikan. Diinkubasi – 48 jam
 Media yg mengandung gonococcal medium base, di (+) 1 % hemoglobin, 1 % Iso-Witalex & Vankomisin 3 mcg/ml guna mengurangi kontaminasi kuman lain.

3. Pem lab – teknik imunofluoresensi u menemukan adanya Ab.
4. Biopsi
 Gamb. histopatologi ditemukan :
 Daerah superfisial dasar ulkus: adanya neutrofil, fibrin, eritrosit & jaringan nekrotik
 Daerah tengah ulkus: ditemukan pembuluh-pembuluh darah kapiler baru disertai dg proliferasi sel-sel endotel, sehingga lumina tersumbat & menimbulkan trombosis. Di samping itu jg terjadi degenaratif ddg pembuluh darah.
 Daerah dalam ulkus: ditemukan infiltrat padat terdiri atas sel-sel plasma & sel-sel limfoid.
 Pada pemeriksaan histopatologi jarang ditemukan kuman penyebab.

5. Tes kulit : Ito-Reenstierna
 Tes ini tidak digunakan lg – tidak spesifik. Vaksin yg digunakan : Dmeloos yg terdiri dari 225 juta kuman mati/ml. Disuntikkan scr intradermal – 0,1 ml ® lengan bawah – fleksor. Sebagai kontrol, disuntik cairan pelarut scr intradermal ® lengan lain.
 Reaksi (+) : infiltrat dg diameter minimal 0,5 – 1 cm sth 48 jam dg kontrol (-). Tes ini baru (+) 6 – 11 hari sth timbul ulkus mole & tetap (+) sp beb tahun bahkan seumur hidup.

6. Auto-inokulasi
 Bahan ® lesi, diiokulasi pd kulit sehat lengan bawah / paha ps yg telah digores terlebih dahulu. Pada tempat tsb ® ulkus mole (+). Cara ini kini tidak digunakan lagi.

Diagnosis Banding
1. Herpes genitalis; kelainan kulitnya berupa vesikel berkelompok dan jika memecah menjadi erosi.
2. Sifilis stadium I; ulkusnya bersih, indolen, terdapat indurasi, dan tanda-tanda radang akut tidak ada.
3. Limfogranuloma venerium; afek primer tidak spesifik dan ceat hilang. Terjadi pembesaran kelenjar getah bening inguinal, perlunakannya tidak serentak.
4. Granuloma inguinale; ulkus dengan granuloma, tidak tampak badan Donovan

Komplikasi
1. Mixed chancre
 Ulkus mole + sifilis stadium I. Awalnya lesi ® ciri khas ulkus mole, sth 15 – 20 hari ® manifes. Ini tu bl Th/ dg sulfonamida
2. Abses kelenjar inguinal
 Ini jg disebut inflammatory bubo, – komplikasi terbanyak
 KGB membesar, warna kulit di atasnya – kemerahan, fluktuasi. Bl abses kelenjar inguinal tidak Th/ scr adekuat, abses ® memecah & menimbulkan sinus yg ® meluas menjadi ulkus & disebut ulserasi chancroid. Ulkus ini kemudian akan membesar ® giant chancroid
3. Balanitis, fimosis dan parafimosis
 Merupakan komplikasi yg serius. K/ ini tu (+) pd ps yg tidak disirkumsisi. K/ ini (+) akb ulkus mole yg mengenai prepusium.
 Prepusium menjadi bengkak, merah, udematus & sangat nyeri.
4. Fistula uretra
 K/ ini (+) akb ulkus mole yg ® glans penis & bersifat destruktif. K/ ini ® rasa nyeri pd buang air kecil & pd keadaan lanjut ® striktura uretra.
5. Fuso spirokhetosis
 K/ ini (+) akb infeksi mikroorganisme lain, ® mengakibatkan ulkus cepat menjadi parah & bersifat destruktif. Ini disebut phagedena. Di samping itu, lesi + dg limfogranuloma venereum / granuloma inguinale.

Pencegahan
Gunakan kondom dengan cara yang benar dan jika ada kulit yang menutupi kepala penis maka sebaiknya dihilangkan (disunat/khitan) untuk mengurangi resiko terjangkit. Lebih baik lagi untuk pencegahan, jangan berganti-ganti pasangan seks karena penyakit ini banyak terjadi pada praktek-praktek prostitusi.

Pengobatan
- Pengobatan sistemik
1. Seftriakson 250 mg dosis tunggal, injeksi intramuscular
2. Eritromisin 4 x 500 mg per oral selama 7 hari
3. Amoksisilin 500 mg + asam klavulanat 125 mg, 3 kali sehari selama 7 hari
4. Siproflaksasin 2 x 500 mg selama 3 hari
- Pengobatan local
1. Kompres
2. Irigasi
3. Direndam dengan larutan salin

Prognosis
Prognosis ulkus mole adalah baik jika penyakit diterapi dengan tepat dan tidak ditemukan infeksi HIV. Pasien sebaiknya disarankan untuk tidak melakukan aktivitas seksual sampai lesi sembuh sempurna. Kontak seksual sebaiknya diperiksa dan diterapi. Tetapi, tanpa pengobatan, ulkus genital dan abses inguinal dilaporkan kadang-kadang menetap

Ditulis Oleh : Nurhidayat Pamere // 20.37
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Nurhidayat Pamere
Lihat profil lengkapku
 
PAMERE. Diberdayakan oleh Blogger.