Tampilkan postingan dengan label MATERI PMR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI PMR. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

Cara Menolong Orang Pingsan Dengan Metode PMR

Sebagai anak PMR yang baik saya akan berbagi ilmu nih tentang bagaimana mengatasi orang pingsan, ya mudah-mudahan saja bermanfaat bagi sobat..
okelah langsung saja silahkan di somak sob..

Pingsan adalah suatu keadaan tidak sadarkan diri seperti orang tidur tetapi masih ber nafas pada seseorang akibat sakit, kecelakaan, kekurangan oksigen, kekurangan darah, keracunan, terkejut, lapar/haus, kondisi fisik lemah, dan lain sebagainya.Sebab pokok dari pingsan bermacam- macam, diantaranya shock, penyakit ayan, kedinginan terlalu lama, serangan jantung, banyak keluar darah, lapar, keracunan, atau kepanasan .

Pada umumnya orang yang jatuh pingsan pada muka / wajah akan terlihat pucat . Orang yang pingsan butuh oksigen dan tempat teduh terlindung dari terik sinar matahari. Oleh sebab itu amankan penderita pingsan ke tempat yang teduh dan tidak kerumuni orang banyak yang menonton saja.

Macam- Macam Pingsan

1. Pingsan karena sinar matahari
- Gejalanya : Penghentian keringat secara tiba- tiba, badan lemas, sakit kepala, tidak dapat berjalan tegak, suhu tubuh 40- 41 0 C, pernapasan cepat dan tidak teratur.
2. Pingsan karena kelelahan atau kelaparan
- Gejalanya : Kedinginan dan berkeringat, lemas, pandangan berkunang – kunang, kesadaran menurun.

Tips mengatasi orang pingsan sebagai berikut :

Untuk mengembalikan kesadaran orang pingsan dapat menggunakan bau-bauan yang menyengat dan merangsang seperti minyak wangi, minyak nyong-nyong, anomiak, durian , bawang putih dan lain-lain.
  1. Jika wajah orang pingsan itu pucat karena kelelahan atau kelaparan maka sebaiknya baringkan di tempat datar, letakkan kepala lebih rendah dari kaki agar darah dapat mengalir ke kepala korban pingsan tersebut.
  2. Jika pingsan karena sengatan matahari, baringkan di tempat yang teduh dan banyak angin, kompres seluruh badan dengan air dingin, usahakan jangan sampai menggigil dengan memijat kaki dan tangan.
  3. Jika muka orang yang pingsan itu merah maka sangga kepalanya dengan bantal atau sesuatu agar darah di kepalanya bisa mengalir ke tubuhnya secara normal.
  4. Apabila si korban pingsan tadi muntah, maka sebaiknya miringkan kepalanya agar muntah orang itu bisa keluar dengan mudah sehingga jalur penapasan orang itu bisa lancar kembali.
  5. Bila pakaian atau aksesoris yang dipakai di tubuh terlalu ketat maka kita bisa mengendurkan agar darah dapat mudah mengalir dan korban mudah bernafas serta udara bisa menyegarkannya. 
  6. Jika orang yang pingsan sudah siuman maka bisa diberi minum air gula atau teh manis hangat. Jika orangnya diabetes jangan diberi gula dan jika orangnya masih belum kuat memegang gelas atau minum sendiri dengan tangannya harap jangan diberi dulu agar tidak tersedak.
  7. Apabila orang itu tidak sadar-sadar maka sebaiknya hubungi ambulan atau dibawa ke pusat kesehatan terdekat seperti puskesmas, klinik, dokter, rumahsakit, agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.
  8. Perhatikan orang lain di sekitar korban, jangan sampai harta benda milik orang yang jatuh pingsan tersebut raib diambil copet yang senang beraksi dikala orang lain sengsara. Perhatikan pula orang lain yang membantu atau menonton korban, jangan sampai mereka kecopetan saat serius membantu korban atau asyik melihat kejadian.

Itulah 8 cara mengatasi orang pingsan, jangan lupa jika ada orang pingsan jangan diam saja atau bengong bahkan panik, sobat kan sudah tahu tuh bagaimana cara menanganinya tinggal di peraktekannya saja :) semoga berhasil...

Selasa, 18 Desember 2012

Pertolongan Pertama Pada Cidera Mata

Masih pada pertolongan pertama kali ini saya akan berbagi ilmu tentang pertolongan pertama pada cidera mata, bagi teman-teman yang sedang mengalami cidera mata semoga postingan ini dapat bermanfaat.
 
Mata sebagai salah satu panca indera paling penting ditubuh kita, dengan mata kita bisa menyaksikan betapa indahnya pemandangan dunia ini. Namun adakalanya panca indera yang satu ini mengalami cedera, bisa pada bagian luar seperti kelopak mata atau bagian dalam (bola mata itu sendiri).

Terjadinya cedera pada mata bisa menyebabkan hal yang sangat fatal seperti kebutaan, jika anda mengalami atau menemukan korban dengan cedera mata, maka berikut panduan Pertolongan Pertama yang dapat teman-teman lakukan untuk melakukan pertolongan:
  1. Jangan lakukan penekanan langsung terutama bila bola mata juga mengalami cedera
  2. Bila ada benda tertanam di mata atau ada luka sayat, jangan berusaha untuk membersihkan
  3. Jangan mencabut benda yang menancap
  4. Jangan berupaya memasukkan bola mata yang keluar
  5. Kurangi gerakan mata
  6. Tutup juga mata yang sehat untuk mencegah gerakan mata yang cedera, karena pergerakan mata merupakan pergerakan yang simultan kiri dan kanan. Pada korban yang sadar ini harus dilakukan terlebih dahulu
  7. Pada korban yang tidak sadar, sebelum ditutup kelopak mata harus ditutup untuk mencegah bola mata menjadi kering yang bisa berakibat kebutaan
  8. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan
semoga bermanfaat sob..

sumber : http://pertolonganpertama-pertolonganpertama.blogspot.com

Pertolongan Pertama Pada Pendarahan Hidung atau Mimisan


Berhubung saya anggota PMR saya ingin berbagi ilmu tentang pertolongan pertama tepatnya pada pendarahan hidung. untuk itu langsung saja kita bahas.

perdarahan pada hidung dikenal dengan nama MIMISAN. Biasanya ikut terjadi ketika korban mengalami cedera di bagian kepala dan wajah.

Penyebab mimisan ada beberapa macam yaitu akibat benturan langsung pada daerah hidung atau daerah lainnya, penyakit, gangguan lain seperti demam tinggi, tekanan darah tinggi, infeksi sinus dan lain-lain.


Kalo dalam keadaan darurat, perdarahan hidung (mimisan) harus mendapat perhatian serius dan tidak boleh diabaikan. Darah yang hilang cukup banyak dapat menyebabkan syok. 


Untuk Pertolongan Pertama jika kita menemukan korban yang mengalami perdarahan hidung, yang harus dilakukan adalah:


  1. Pertahankan jalan nafas
  2. Meminta Penderita duduk atau berdiri, dengan kepala ditundukkan sedikit ke depan.
  3. Meminta penderita bernapas melalui mulut meminta korban/ penderita bernafas lewat mulut dengan cara menjepit hidungnya di bawah pangkal hidung.
  4. Memberi kompres dingin di sekitar hidung.
  5. Berikan penekanan pada cuping hidung (tekan kedua cuping hidung menjadi satu), atau berikan pembalut diantara bibir atas dan gusi lalu tekan (ke arah lubang hidung)
  6. Jangan membiarkan korban tiduran, karena darah akan mengalir menuju kerongkongan dan masuk ke dalam lambung yang dapat menimbulkan mual dan muntah
  7. Jangan menutup hidung sampai penuh, bedakan perdarahan hidung dengan kebocoran cairan otak (cairan serebrospinal, nanti dibahas lebih lanjut di cedera kepala), yang merupakan petunjuk adanya patah tulang tengkorak
  8. Jangan mencabut benda apapun yang ada dalam hidung
  9. Bila terjadi avulsi berikan pembalutan penekanan
  10. Bila korban menjadi tidak sadar atau tidak mampu menjaga jalan nafasnya sendiri, baringkan penderita pada posisi miring stabil (posisi pemulihan)

harus diingat, bila ada kecurigaan patah tulang atau adanya cedera spinal maka penolong jangan berusaha untuk menghentikan perdarahan, untuk masalah itu berbeda kasus lagi.


semoga bermanfaat.. 

sumber :http://pertolonganpertama-pertolonganpertama.blogspot.com
pengedit : http://pamere-pamere.blogspot.com

Sabtu, 22 September 2012

ADAT TRIBHAKTI DAN PRINSIP

ADAT PMR :

  1. Panggilan untuk laki-laki adalah MAS & panggilan untuk perempuan adalah MBA.
  2. Makanan khas PMR adalah bubur kacang ijo yang berguna untuk memperlancar peredaran darah.
  3. Minuman khas PMR adalah susu yang berguna untuk menambah energy.
  4. Do'a PMR menggunakan 3 jari yang diletakan diatas bahu sebelah kiri.


 

  • Jari telunjuk melambangkan Pancasila.
  • Jari tengah melambangkan Tribakti dan Prinsip.
  • Jari manis melambangkan Sumbangsih.


     

    SUMBANGSIH :

    S    : Siaga siap sedia dalam memberikan pertolongan.

    U    : Usaha transfusi darah.

    M    : Mendidik,membangun,melatih tenaga kerja korps         sukarela.

    BANG    : Ikut membangun masyarakat desa.

    SIH    : Turut menyebarluaaskan rasa kasih sayang kepada

    seluruh umat manusia.

  1. Siamo Tuti Prately artinya kita semua bersaudara apabila bertemu dengan senior atau anggota lainnya.


 

TRIBAKTI PMR :

  1. Meningkatkan keterampilan hidup sehat.
  2. Berkarya dan berbakti dimasyarakat.
  3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.


     

PRINSIP PRINSIP PALANG MERAH :


 

  1. Kemanusiaan    (Humanity)
  2. Kesamaan    (Impertimity)
  3. Kenetralan    (Inetrality)
  4. Kemandirian    (Independent)
  5. Kesukarelaan    (Voluntary)
  6. Kesatuan    (Unity)
  7. Kesemestaan    (Universal)


 

SEJARAH PALANG MERAH INTERNASIONAL

    Sejarah lahirnya palang merah diawali dengan adanya peperangan pada tanggal 24 juni 1859 di solferino itali utara, pasukan Prancis dan Itali sedang bertempur melawan pasukan Austria.

    Pada saat itu Hendry Dunant tiba disana dengan harapan dapat bertemu dengan kaisar Prancis (Napoleon III). Henry Dunant secara kebetulan menyaksikan pertempuran itu. Saat itu dinas medis militer kewalahan dalam menangani korban perang yang mencapai 40.000 orang.

    Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka Henry Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat segera bertindak mengkoordinasikan bantuan untuk mereka.setelah kembali ke swiss, Henry Dunant menggambarkan pengalaman itu ke dalam sebuah buku yang berjudul : UN SOUVENIR DE SOLFERINIO/ A MEMORI OF SOLFERINO yang artinya kenang-kenangan dari solferino tahun 1862.Dalam bukunya Henry Dunant mengajukan 2 gagasan, yaitu :1. membentuk organisasi sukarelawan, yang akan disiapkan dimasa damai untuk menolong para prajurit yang terluka di medan perang. 2. mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cidera di medan perang ,serta sukarelawan dari organisasi tersebut pada waktu memberikan perawatan.


 

    Pada bulan februari 1863 membentuk komite 5 internasional dengan tokohnya sebagai berikut :


 

  1. Jean Henry Dunant.
  2. Jenderal henry dufour.
  3. Dr.Louis Appia.
  4. Gustave moynier (Ahli hukum).
  5. Dr.
    Theodore Mounoir (Ahli hukum).


     

    Kemudian diganti menjadi ICRC (International Comite Of The Red Cross) atau KIPM (Komite Internasional Palang Merah) pada tanggal 05 Mei 1919 lahir LPNPM (Liga Perhimpunan Nasional Palang Merah) atau LRCS (Liga Red Cross Society) dan PNPM (Perhimpunan Nasional Palang Merah).


 

PEMBENTUKAN PALANG MERAH

    Pada tanggal 8 Mei 1868 Komite Lima Internasional membentuk Palang Merah, pada tanggal 8 Mei 1858 terjadi konferensi Jenewa yang terdiri atas :

  1. Konferensi Jenewa I pada tanggal 22 Agustus 1864 dihadiri oleh 12 negara yang isinya :
  • Mengobati orang yang sakit dan luka dimedan perang.
  • Meresmikan lambang palang merah.
  • Perlindungan pada tanda palang merah, ambulance, rumah sakit dan petugas palang merah.
  1. Konferensi Jenewa II pada tanggal 8 Juli 1906 dihadiri oleh 47 negara yang isinya :
  • Memperbaiki nasib prajurit yang terluka dimedan perang dan dilautan (kapalnya karam).
  1. Konferensi Jenewa III pada tanggal 27 Juli 1929 dihadiri oleh 47 negara yang isinya :
  • Perlindungan atau perlakuan baik terhadap tawanan perang.
  1. Konferensi Jenewa IV pada tanggal 12 Agustus 1949 dihadiri oleh 18 negara yang isinya :
  • Perlindungan terhadap orang-orang sipil diwaktu perang.


 

    Palang merah adalah suatu perhimpunan nasional yang anggotanya memberikan pertolongan secara sukarela berdasarkan atas perikemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan dengan tidak membeda-bedakan agama, suku, golongan, politik, bangsa dan Negara.

Latar belakang diadakannya lambang palang merah :

  1. Menghormati pemerintah Negara Swiss.
  2. Pelopor pendiri palang merah adalah warga Swiss.
  3. Agar palang merah benar-benar netral karena Swiss adalah Negara netral.

ORGANISASI PALANG MERAH INTERNASIONAL

1. ICRC (Internasional Comite Of The Red Cross)

    Adalah lembaga yang berdiri pada tahun 1863 dan keanggotaannya dibatasi untuk warga Negara swiss saja, dimaksudkan tugas ICRC benar-benar netral.

Tugas pokok ICRC adalah sebagai berikut :

  • Memelihara prinsip palang merah.
  • Melaksanakan tugas konferensi jenawa.
  • Mengesahkan perhimpunan palang merah.
  • Menyelesaikan persengketaan.

2. Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah

    Liga didirikan pada tanggal 5 Mei 1919 dibentuk oleh ICRC , liga perhimpunan palang merah dan bulan sabit merah yang menangani masalah kesehatan dan mengurangi penderitaan manusia. Berdirinya liga diprakarsai oleh bankis Amerika yang bernama Mr. Hendry D Davidson.

    Tujuan liga adalah untuk menciptakan, mendorong, mengusahakan, menyebarluaskan kegiatan kemanusiaan oleh Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Nasional.

    Motto liga adalah "INTER ARMA CARITAS" dan "PERHUMANITATEM OF ADPACEM" (Perdamaian melalui persamaan).

 

3. Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah

    Ketiga organisasi tersebut bertemu empat tahun sekali dalam suatu konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang juga dihadiri oleh delegasi pemerintah yang berkaitan dengan konferensi jenawa.

    Pada tahun 1963 prinsip palang merah dasar sebuah kegiatan palang merah internasional, ketujuh prinsip palang merah diperbaharui kembali dan disahkan dalam konferensi nasional ke-25 jenawa swiss.

 

SEJARAH PALANG MERAH INDONESIA

    Pada tahun 1939 seiring dengan timbulnya dorongan dan perjuangan kebangsaan, maka dua tokoh kebangsaan Dr. Rel senduk dan Dr. Bahdar Djohan mengusulkan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk membentuk Palang Merah Indonesia. Meskipun ditolak untuk kedua kalinya tahun 1940 gagasan mulia ini diajukan kembali dan pemerintah Hindia Belanda tetap menolak.

    Kemudian pada jaman pendudukan Jepang tahun 1942 sampai dengan 1945 telah dirintis kembali perjuangan pembentukan Palang Merah Indonesia tetapi belum juga dapat terwujud.

Kemauan dan tekad yang membaja untuk membentuk Palang Merah Indonesia diteruskan karena tuntutan yang mendesak guna memberikan pertolongan kepada para korban pertempuran dalam perjuangan bangsa mengusir penjajah.

    Dan barulah pada tanggal 3 September 1945 dikeluarkanlah perintah Presiden R.I kepada Menteri Kesehatan Dr. Boentaran Martoatmojo untuk membentuknya Palang Merah Indonesia. Kemudian pada tanggal 5 September 1945 Dr.buntaran membentuk panitia lima terdiri dari :


 

  1. Dr. Muchtar    (ketua)
  2. Dr. Bahdar Johan    (penulis)
  3. Dr. Djuhana    (anggota)
  4. Dr. Marjuki    (anggota)
  5. Dr. Sitalana    (anggota)


 


 

Dan akhirya pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Perhimpunan Palang Merah Indonesia, bersamaan dengan dilantiknya Pengurus Besar PMI pertama adalah:

Ketua    : Drs. Moh Hatta
Wakil Ketua    : Dr. R. Boentaran Martoatmodjo
Badan Penulis terdiri dari    : Dr. R. Mochtar, Dr. Bahdar johan,

Mr. Santoso
Bendahara    : Mr. T.Saubari
Penasehat    : K.H. Raden Adrian

    

    Setelah pengakuan kedaulatan, catatan peristiwa penting dalam Organisasi Palang Merah Indonesia adalah :


 

  • Dikeluarkan keputusan pemerintah No. 25 tahun 1950 tertanggal 16 Januari 1950 tentang pengesahan Palang Merah Indonesia sebagai satu-satunya organisasi Palang Merah di Indonesia.
  • Palang Merah Indonesia diakui oleh ICRC, INTERNATIONAL COMMITTEE OF THE RED CROSS dengan surat No. 392 tertanggal 15 Juni 1950.
  • Tanggal 16 Oktober 1950 Palang Merah Indonesia diterima sebagai Liga Palang Merah International LEAGUE OF NATION RED CROSS SOCIETY.
  • Dengan telah ditanda tangani KONFERENSI JENAWA oleh utusan Pemerintah RI maupun perwakilan Palang Merah Indonesia, maka pemerintah RI telah menetapkan UU No. 59 tahun 1958.


     

Asas dan Tujuan PMI

  • PMi berdasarkan Pancasila dan berlandaskan UUD 1945.
  • PMI bertujuan meringankan penderitaan sesame manusia tanpa membeda-bedakannya.

Untuk mencapai tujuan PMI mengadakan tudas sebagai berikut :

  • Menyebarluaskan kepalangmerahan.
  • Menyiapkan tenaga dan sarana : P3K, Pos, KSR, PMR, UTD, dan Baksos.


 

SEJARAH PALANG MERAH REMAJA

    Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia I (1914 – 1918) pada waktu itu Austria sedang mengalami peperangan. Karena Palang Merah Austria kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).

    Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.

    Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.


 

Tujuan PMR adalah :


 

  • Mendidik melatih remaja menjadi insan yang berguna.
  • Membantu melaksanakan tugas kepalangmerahan.
  • Menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kesadaran untuk saling tolong menolong.
  • Diharapkan kelak menjadi anggota PMI yang baik.

Tingkatan PMR

    Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya

  1. PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar
    (10-12 tahun). Warna emblem/syal Hijau.
  2. PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama
    (12-15 tahun). Warna emblem/syal Biru Langit.
  3. PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna emblem/syal Kuning.

Syarat - Syarat Menjadi Anggota PMR :

  • WNI
  • Berusia antara 10 – 17
  • tahun dan belum menikah ataua siswa SD – SMA / MA
  • Dapat membaca dan menulis
  • Kemauan sendiri
  • Mendapat persetujuan dari orang tua atau wali
  • Bersedia mengikuti Diklat
  • bersedia melaksanakan tugas – tugas kepalangmerahan secara sukarela.


     

Keanggotaan Berakhir Jika :

  • Meninggal
  • Minta berhenti
  • Diberhentikan secara tidak terhormat
  • Tidak memenuhi syarat jika ditinjau dari umur

SEJARAH FLORENCE NIGHTINGALE

Florence Nightingale (lahir di Florence, Italia ,12 Mei 1820 – meninggal di London,13 Agustus 1910 pada umur 90 tahun) adalah seorang perawat yang amat terkenal. Florence tumbuh besar di Inggris. Ia sengaja meninggalkan kehidupan mewah keluarganya untuk menjadi seorang perawat karena Ia ingin menolong banyak orang. Dan ia dikenal dengan nama "perempuan dengan lampu/perempuan pembawa lentera" (bahasa Inggris The Lady With The Lamp).

Perawat pada masa itu dianggap pekerjaan hina karena:

  • Perawat disamakan dengan wanita tuna susila atau "buntut" (keluarga tentara yang miskin) yang mengikuti kemana tentara pergi.
  • Profesi perawat banyak berhadapan langsung dengan tubuh dalam keadaan terbuka, sehingga dianggap profesi ini bukan profesi sopan wanita baik-baik dan banyak pasien memperlakukan wanita tidak berpendidikan yang berada dirumah sakit dengan tidak senonoh § Perawat di Inggris pada masa itu lebih banyak laki-laki daripada perempuan karena alasan-alasan tersebut di atas.
  • Perawat masa itu lebih sering berfungsi sebagai tukang masak.

 

    Di kalangan para prajurit, Florence terkenal dengan sebutan "perempuan dengan lampu". Sebab, Florence bersedia pergi ke medan pertempuran pada malam hari bersama para dokter. Dengan lampu di tangannya, ia membalik tubuh-tubuh yang bergelimpangan, memeriksa, kemudian membawa siapa saja yang masih hidup tanpa membedakan teman atau musuh. dan pada malam hari, jika tidak sedang beristirahat atau menulis, ia akan berkeliling barak perawatan sambil membawa lampu demi memeriksa kondisi para pasiennya.

Beberapa penghargaan yang pernah diperolehnya:

  • Pada tahun 1883 Florence di anugrahkan medali Palang Merah Kerajaan (The Royal Red Cross) oleh Ratu Victoria.
  • Pada tahun 1907 pada umurnya yang ke 87 tahun Raja Inggris, dihadapan beratus-ratus undangan menganugrahkan Florence Nightingale dengan bintang jasa The Order Of Merit dan Florence Nightingale menjadi wanita pertama yang menerima bintang tanda jasa ini.
  • Pada 1908 ia dianugrahkan Honorary Freedom of the City dari kota London. Cinta kasih dan pengabdian tulus Florence mengilhami Henri Dunant untuk mendirikan Palang Merah.

SEJARAH JEAN HENRY DUNANT


    Jean Henry Dunant (lahir 8 Mei 1828 – meninggal 30 Oktober 1910 pada umur 82 tahun), adalah seorang warga negara Swiss yang dikenal sebagai Bapak Palang Merah Dunia adalah pemuda yang menyaksikan perang mengerikan antara pasukan Prancis dan Italia melawan pasukan Austria di Solferino, Italia Utara pada tanggal 24 Juni 1859.
    Tidak kurang 40.000 tentara terluka menjadi korban perang, sementara bantuan medis tidak cukup merawat korban sebanyak itu. Tergetar penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bersama penduduk setempat mengerahkan bantuan menolong mereka. Setelah kembali ke Swiss, Henry Dunant menuangkan kesan dan pengalamannya ke dalam buku berjudul "Kenangan dari Solferino" menggemparkan Eropa.
    Di buku itu Henry Dunant mengajukan dua gagasan. Pertama, membentuk organisasi kemanusiaan internasional yang dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk menolong prajurit yang terluka di medan perang. Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera dan sukarelawan serta organisasinya yang menolong saat terjadinya perang.
    Pada 1863 Henry Dunant bersama keempat kawannya merealisasi gagasan tersebut dengan mendirikan komite internasional untuk nantuan para tentara yang cedera, sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah atau Committee of The Red Cross (ICRC) merupakan lembaga kemanusiaan bersifat mandiri, sebagai penengah dan netral.
    Dalam perkembangannya Palang Merah Internasional juga memiliki Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau International Federation of Red Cross dan Red Crescent (IFRC).
    Semangat Henry Dunant inilah yang mengilhami terbentuknya Perhimpunan Nasional Palang Merah Nasional dan Bulan Sabit Merah yang didirikan hampir di setiap negara di seluruh dunia berjumlah 176 perhimpunan nasional. Sedang gagasan kedua Henry Dunant direalisasi Pemerintah Swiss dengan mengadakan konferensi Jenewa dengan menghasilkan Konvensi Jenewa (1864) yang terus dikembangkan sehingga dikenal sebagai Konvensi Jenewa 1949.

TANDU PEMBIDAIAN DAN PEMBALUTAN


TANDU
    Tandu adalah suatu alat yang terdiri dua buah tongkat panjang dan dua buah tongkat pendek yang dipadukan dengan tambang dan kain segingga membentuk suatu anyaman yang dipergunakan untuk membawa korban kecelakaan.
Fungsi Tandu :

  • Sebagai alat bantu mengangkat korban yang bersifat darurat.
  • Untuk mengangkut barang-barang korban.

     
Alatnya Terdiri Atas :
  • Dua buah tongkat panjang dengan ukuran 225 cm.
  • Dua buah tongkat pendek dengan ukuran 60 cm.
  • Tali tambang dengan ukuran 28 meter.

 

PEMBIDAIAN
    Pembidaian adalah suatu cara penyembuhan patah tulang dengan menggunakan kain segitiga dan beberapa kayu yang sudah di ukur.
Syarat-syarat pembidaian :
  • bidai dan kain harus steril.
  • bidai yang digunakan harus ringan dan kuat.
  • pembidaian jangan terlalu keras dan longgar.
  • pembidaian harus meliputi dua sendi diantara dua tulang yang patah.

     
Tujuan pembidaian mencegah pergerakan atau pergeseran dari ujung tulang dan mengurangi rasa sakit.
Cara pembidaian :
  • menyiapkan peralatan.
  • mengukur panjang bidai yang digunakan.
  • masukkan pembalut pada sela-sela bawah.
  • ikat bidai dengan pembalut.

     
PEMBALUTAN
    Pembalutan adalah suatu cara penyembuhan dengan cara menutup luka untuk mencegah pendarahan dan rasa sakit.
Fungsi pembalutan adalah mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya infeksi.
Macam-macam pembalutan :
  1. Pembalutan cepat    : Pembalutan yang digunakan dengan cepat dan tepat.
  2. Pembalutan gulung    : Pembalutan dengan cara menggulung kain untuk menutupi luka.
  3. Pembalutan mitella    : Pembalutan dengan menggunakan mitella (kain segitiga).
  4. Pembalutan gips    : Menutup luka dengan cara di tutup dengan semen putih.
  5. Pembalutan perban/kain kasa.
  6. Pembalutan pundai.

     

    Macam-macam lipatan :

     
  7. Lipatan dua    :Untuk membalut telapak tangan, kepala bagian ubun-ubun, telapak kaki dan perut.
  8. Lipatan empat    :Untuk membalut siku, tangan dan kaki.
  9. Lipatan delapan    :Untuk membalut pelipis.
  10. Lipatan enam belas    :Untuk membalut ibu jari.

GANGGUAN UMUM MATERI PMR WIRA


Gangguan umum adalah suatu akibat kecelakaan dimana fungsi tubuh terganggu. Penyebabnya adalah terganggunya alat-alat penting dalam tubuh kita (otak, jantung dan paru-paru).
Macam-macam gangguan umum :

  1. lena adalah gejala yang dapat dilihat dan dirasakan akibat berkurangnya peredaran darah dalam otak.
Gejala yang dapat dirasakan :
  • Penderita pusing.                         
  • Telinga  berdengung.                    
  • Mata berkunang-kunang.            
  • Rasa mual.                                  
  • Keluar keringat dingin.
  • Waktu ditanya diam saja.
  • Warna muka pucat.
  • Denyut nadi berkurang/lemah.
  • Badan terasa lemah.

 

Sebab-sebab lena :
  • Peredaran darah ke otak berkurang.  
  • Nyeri yang teramat sangat.
  • Emosi yang berlebihan.   
  • Banyak mengeluarkan keringat dingin.    
  • Perut kosong dan terganggunya alat vital.
  • Berada diruang hampa udara.
                 
 

Pertolongannya :
  • Penderita dibaringkan ditempat yang teduh.
  • Longgarkan pakaian yang mengikat misalnya ikat pinggang.
  • Apabila muka pucat usahakan kaki lebih tinggi dari kepala.
  • Apabila muka merah usahakan kaki lebih rendah dari kepala.
  • Usahakan penderita dapat bernafas.
  • Apabila penderita itu sadar berilah air minum yang manis.

     
  1. Gugat (shock) adalah berkurangnya peredaran darah dalam otak yang teramat sangat.
Gejala yang dapat dirasakan :
  • Muka pucat dan keluar keringat dingin.
  • Penderita merasa lemas, mual dan mata berkunang-kunang.
  • Pernapasan cepat dan dangkal.
  • Suhu badan turun dan keluar keringat dingin.
  • Bila keadaan berlanjut penderita menjadi pingsan.

 

Penyebabnya :
  • Kehilangan darah dalam jumlah banyak.
  • Perasaan nyeri yang hebat.
  • Kehilangan cairan tubuh dalam jumlah banyak (mencret, muntah).
  • Karena luka baker.

 

Pertolongannya :
Pada dasarnya sama dengan lena tapi ada tambahan yaitu :
  • Tenangkan sipenderita
  • Hentikan pendarahan dan balut luka yang kelihatan
  • Secepatnya hubungi dokter

     
  1. Pingsan adalah terganggunya fungsi otak sehingga sipenderita tidak sadarkan diri.
Penyebabnya :
  • Kekurangan zat asam dalam tubuh.         -       
  • Berkurangnya o2 (oksigen).    
  • Kehilangan banyak darah.
  • Tersengat aliran listrik.
  • Kepanasan dan kedinginan.
  • Rusaknya otak akibat pukulan.
  • Karena keracunan makanan atau gas.

 

 Gejala yang dapat dirasakan :
  • Penderita tidak dapat menyahut apabila dipanggil.
  • Tidak menimbulkan reaksi apabila dicubit.
  • Biasanya penderita terbaring lemah dan tidak bergerak.
  • Pernapasan ada denyut nadi dapat diraba.
  • Diberi reaksi apapun tidak bereaksi.

 

Pertolongannya :
  • baringkan penderita di tempat yang teduh atau segar.
  • apabila mukanya merah kepala diberi bantal, sedangkan apabila mukanya pucat maka tidak usah diberi bantal.
  • pakaian yang mengikat dilonggarkan dan keluarkan isi dalam mulut.
  • hendaknya kepala dimiringkan agar dapat muntah.
  • jangan dibiarkan sipenderita sendiri.
  • setelah sadar diberi air minum manis.
  • bila keadaan lebih lanjut maka hubungi dokter.

     
  1. Mati suri adalah sutu keadaan pingsan dimana pernafasan dan peredaran darah tidak mencukupi lagi.
Gejala yang dapat dirasakan :
  • Denyut jantung tidak terasa
  • Tidak sadarkan diri dalam beberapa jam
  • Tidak ada pernapasan tetapi keluar keringat dingin
  • Tidak adanya lebam mayat atau refleksi (tidak disadari)

 

Penyebabnya :
  • Tidak dapat bernafas karena tenggelam.
  • Terkena aliran listrik.
  • Tertimbun tanah.
  • Jalan pernafasan tersendat.
  • Menghirup udara beracun.
  • Tergantung.

 

Pertolongannya :
  • baringkan penderita ditempat yang teduh.
  • longgarkan pakaian yang mengikat.
  • bebaskan jalan yang menyumbat pernafasan.
  • harus cepat dan tepat memberikan nafas buatan.
  • lakukan posisi stabil miring.
  • secepatnya hubungi dokter.

 

  1. Stress adalah terganggunya urat saraf/susunan saraf.
Gejala yang dapat dirsakan :
  • Pandangan kosong.
  • Adanya perubahan diroman muka dan tingkah laku.

 

Penyebabnya :
  • Kelelahan.
  • emosi yang kuat.
  • banyaknya pekerjaan.
  • banyaknya pikiran.

 

Pertolongan :
  • Untuk kelelahan baringkan dan longgarkan pakaian yang mengikat.
  • Istirahat dan tidur.
  • Pendekatan kepada si penderita dan beri dia hiburan.
  • Segera menghubungi dokter.

OBAT-OBATAN TRADISIONAL MATERI PMR WIRA


Obat-obatan tradisional adalah obat-obatan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan baik berupa akar,daun dan buah-buahan yang diolah sendiri tanpa campuran bahan kimia dan tanpa menimbulkan efek samping.

Macam-macam obat tradisional :

  1. Kolesterol dan Diabetes
  • Resep: Rebus daun salam bersama laos lalu minum air rebusan tersebut.
  • Fakta: Daun salam mengandung flavonoid dan tanin sebagai zat yang mampu menurunkankan kolesterol. Dapat pula menurunkan kadar gula dalam darah.
    Laos mengandung minyak atsiri untuk membantu memperlancar sirkulasi darah dan proses pengeluaran sisa metabolisme termasuk kolesterol yang berlebih.

     
  1. Hipertensi
  • Resep: Konsumsi daun seledri secara teratur.
  • Fakta: Seledri mengandung phthalide yang mampu untuk mengendurkan otot arteri sehingga menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi dan juga mengurangi produksi hormon stres.

     
  1. Sakit Kepala
  • Resep: Minum rebusan air dari jahe, sereh dan ketumbar.
  • Fakta: Jahe, sereh dan ketumbar mengandung minyak atsiri yang akan memperlancar peredaran darah juga berfungsi sebagai analgetik untuk mengurangi sakit di kepala.

     
  1. Batuk
  • Resep: Air jeruk nipis dicampur dengan madu.
  • Fakta: Jeruk nipis mengandung vitamin C yang dapat memperbaiki ketahanan tubuh untuk melawan flu. Juga berfungsi sebagai antiseptik yang mampu membuang racun dalam tubuh.
    Madu yang juga berfungsi sebagai antiseptik dan mampu menambah tenaga untuk mengalahkan penyakit.

     
  1. Luka
  • Resep: Oleskan madu pada bagian yang terluka.
  • Fakta: Madu mengandung hydrogen peroxide dan gluconic acid yang akan membunuh bakteri penyebab infeksi dan membantu pertumbuhan sel baru sehingga luka menjadi cepat sembuh.

     
  1. Mimisan
  • Resep: Gulung daun sirih yang telah dibersihkan dan masukkan ke dalam lubang hidung.
  • Fakta: Daun sirih mampu untuk mengurangi pendarahan, termasuk pada pendarahan di selaput lendir hidung seperti yang terjadi padaorang yang mengalami mimisan ini.

     
  1. Bau Mulut
  • Resep: Rebus daun sirih, cengkeh dan kunyit. Lalu kumur dengan menggunakan air rebusan tersebut.
  • Fakta: Daun sirih dan cengkeh mengandung zat antiseptik. Kunyit mengandung kurkumin yang mampu mengatasi infeksi kuman penyebab bau mulut.

     
  1. Keputihan
  • Resep: Rebus daun sirih dan sambiloto.
  • Fakta: Daun sirih berfungsi sebagai antiseptik. Sambiloto berfungsi sebagai antiflamasi yang mampu membunuh jamur dan mencegah rasa gatal.

 

  1. Nyeri haid
  • Resep: Rebus kunyit bersama dengan asam jawa.
  • Fakta: Kunyit mengandung kurkumin. Asam jawa mengandung fruit acid yang akan membuat darah haid menjadi lancar dan mengurangi kram perut.

     
10. Susah Tidur
  • Resep: Mengoleskan minyak lavender pada bantal atau bawah hidung agar dapat tercium. Bisa juga dengan minum jus mentimun, pisang dan biji pala.
  • Fakta: Aromaterapi dengan menggunakan bunga lavender membuat seseorang lebih cepat tidur dengan nyenyak.
    Mentimun banyak mengandung vitamin C. Pisang mengandung karbohidrat dan asam folat yang melancarkan sirkulasi darah. Biji pala mengandung minyak atsiri yang mempu membuat pikiran menjadi tenang.

     
11. Bibir Kering
  • Resep: Oleskan madu pada bibir.
  • Fakta: Madu berfungsi sebagai antioksidan dan humecant yang dapat mempertahankan kelembaban, termasuk kelembaban bibir sehingga bibir tidak menjadi pecah-pecah
12. Gigi Kusam
  • Resep: Lumatkan stroberi dan campur dengan setengah sendok teh baking soda. Oleskan pada gigi, diamkan selama beberapa menit kemudian bersihkan. Lakukan sesekali saja, karena asam ini dapat mengikis gigi Anda bila digunakan secara sering.
  • Fakta: Stroberi mengandung malic acid yang berfungsi sebagai pemutih alami.

13. Kerutan
  • Resep: Ambil putih telur dan oleskan pada wajah, gunakan sebagai masker.
  • Fakta: Putih telur mangandung albumin yang dapat berfungsi sebagai pelembab dan mengencangkan kulit.

14. Ketombe
  • Resep: Rendam irisan cabe rawit dalam perasan air jeruk nipis. Oleskan pada kepala sebelum keramas.
  • Fakta: Jeruk nipis mengandung vitamin C dan fruit acid. Sedangkan cabe rawit mengandung kapsaisin yang mampu membunuh bakteri atau jamur sehingga kulit kepala menjadi bersih.

15. Sengatan Lebah
  • Resep: Oleskan pasta gigi atau campuran baking soda dan air pada bagian yang tersengat. Jangan lupa untuk mengeluarkan sengat yang tertinggal pada tubuh.
  • Fakta: Pasta gigi dapat menetralkan rasa sakit akibat sengatan. Baking soda dapat memberi rasa nyaman pada luka sengatan.

16. Kulit Terbakar atau Melepuh
  • Resep: Oleskan lidah buaya pada bagian tubuh yang melepuh.
Fakta: Lidah buaya mengandung mucopolysaccharides yang bermanfaat sebagai antiseptik dan antiradang sehingga membantu agar kulit yang melepuh tidak terinfeksi kuman juga mencegah terjadinya kemerahan akibat radang. Kandungan kolagen pada lidah buaya pencegah terjadinya pembengkakan. Selain itu, lidah buaya mampu memberi efek dingin yang membantu mengurangi rasa sakit.

About Me

 
PAMERE. Diberdayakan oleh Blogger.